Latihan Militer China dan Rusia Dimulai, Kapal Perang Hingga Kapal Selam Dikerahkan

China dan Rusia dijadwalkan menggelar latihan angkatan laut gabungan mulai Senin (6/7) di perairan dan wilayah udara sekitar Qingdao, China. Agenda militer tahunan tersebut menjadi bagian dari upaya kedua negara memperkuat koordinasi pertahanan sekaligus meningkatkan kemampuan operasi bersama.

Kementerian Pertahanan China menyatakan latihan tersebut dirancang untuk menghadapi berbagai tantangan keamanan secara bersama serta menjaga stabilitas kawasan. Setelah rangkaian latihan selesai, sebagian armada dari kedua negara akan melanjutkan misi patroli bersama di kawasan Samudra Pasifik.

Pihak Rusia juga mengonfirmasi partisipasi sejumlah kapal perang dari Armada Pasifik dalam latihan kali ini. Armada yang diterjunkan mencakup kapal penjelajah, kapal korvet, kapal selam bertenaga diesel-listrik, hingga kapal penyelamat yang telah tiba di Qingdao sebelum latihan dimulai.

Beijing menegaskan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang telah dilaksanakan dalam beberapa tahun terakhir dan tidak ditujukan kepada negara tertentu. Menurut otoritas China, latihan bersama difokuskan pada peningkatan interoperabilitas, kemampuan tempur, serta koordinasi dalam berbagai skenario operasi maritim.

Kerja sama militer antara China dan Rusia terus berkembang di tengah dinamika geopolitik global. Dalam beberapa tahun terakhir, kedua negara semakin intensif menggelar latihan gabungan di darat, laut, maupun udara sebagai bagian dari penguatan hubungan strategis di sektor pertahanan.

Pengamat menilai latihan kali ini kembali menunjukkan eratnya hubungan militer Beijing dan Moskow, terutama di tengah meningkatnya persaingan geopolitik di kawasan Indo-Pasifik. Kehadiran armada kedua negara juga diperkirakan akan menjadi perhatian sejumlah negara yang memantau perkembangan keamanan regional.

Latihan angkatan laut gabungan ini dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari sebelum dilanjutkan dengan patroli maritim bersama di wilayah Pasifik, menandai kelanjutan kerja sama pertahanan yang semakin intens antara dua kekuatan besar tersebut.