Kristal Es Menghampar, Fenomena Langka Saat Salju di Gurun Sahara

BERITAPALANGKARAYA.COM – Fenomena langka terjadi di Gurun Sahara. Salju hingga kristal es menghampar di padang pasir terbesar di dunia.

Salju dan es di gurun ini ditemukan di sebelah barat laut Aljazair. Wilayah terdekat gurun ini biasanya selalu mengalami panas terik.

Seperti dilansir BBC, Sabtu (22/1/2022), munculnya salju dan kristal es di gurun ini disebabkan turunnya suhu udara hingga minus 2 derajat Celcius dalam tiga malam terakhir.

Bagi anak-anak dari kota terdekat seperti Mekalis, momentum ini merupakan titik pembebasan dari panas terik dari padang pasir tersebut. Pada 6 Januari lalu, anak-anak pun bermain di Gurun Sahara dekat Mekalis, Aljazair.

Salju juga melapisi permukaan gurun di Kota Ain Sefra yang dikenal sebagai gerbang menuju Gurun Sahara. Salju dan es menghampar di Gurun Sahara dekat Ain Sefra di Aljazair, pada 8 Januari lalu.

Suhu udara di kota, yang dikelilingi oleh pegunungan Atlas, turun hingga minus 2 derajat Celsius dalam tiga malam terakhir. Nicky Berry dari BBC Weather mengatakan kondisi ini hanya beberapa derajat lebih dingin dibandingkan rata-rata suhu pada periode yang sama tahun-tahun sebelumnya.

Salju dan es juga menutupi perbukitan pasir. Area ini begitu ideal untuk bermain seluncur.

Kondisi Gurun Sahara yang memutih karena tertutup salju dan es merupakan pemandangan dan fenomena langka.

Namun dilaporkan, kondisi ini juga pernah terjadi pada 2017, 2018, dan 2021.

Begitu juga pada Desember 2016, salju di perbukitan pasir merah sempat mengejutkan publik. Penduduk Ain Sefra mengatakan itu merupakan kejadian pertama kalinya sejak 1979. Hal ini menunjukkan fenomena seperti ini akan menjadi lebih umum.

Source: detik.com

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.